Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Kesehatan Pria

Diagnosis Penyakit Sipilis untuk Mendeteksinya 

Diagnosis Penyakit Sipilis untuk Mendeteksinya – Untuk dapat mengkonfirmasi keberadaan Sipilis, ada beberapa tes yang bisa dilakukan, yaitu:

Tes darah: tes darah dalam bentuk VDRL dan tes TPHA (treponema pallidum haemagluttination) dapat dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap bakteri yang menyebabkan Sipilis.

Diagnosis Penyakit Sipilis
Diagnosis Penyakit Sipilis

Pemeriksaan cairan dari ulkus durum, dilakukan dengan cara mengambil sampel cairan dari ulkus durum dan melihatnya menggunakan mikroskop. Sipilis dapat dipastikan jika dokter menemukan bakteri Treponema pallidum dari pemeriksaan mikroskopis yang dilakukan.

Jika dari salah satu tes ini, seseorang dipastikan menderita Sipilis, maka pasangan yang melakukan hubungan sekseual juga harus diperiksa dan diobati bersama walaupun mereka tidak memiliki gejala. Jika tidak, penularan Sipilis akan berlanjut kepada orang yang berhubungan.

Sipilis yang ditularkan ke orang lain dibagi menjadi tiga tahap penyakit, yaitu:

Sipilis tahap primer

Gejala awal Sipilis pada tahap primer adalah ulkus durum, yang merupakan luka superfisial di area penis, vagina, atau mulut yang tidak terasa sakit. Ulkus ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Karena itu, banyak penderita Sipilis sering tidak menyadari gejala awal ini. Namun, meskipun ulkus durum menghilang dengan sendirinya, bakteri Treponema pallidum tetap berada di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan organ bertahap.

Sipilis sekunder

Pada tahap sekunder, gejala Sipilis yang muncul sangat beragam dan mirip dengan penyakit lain. Tidak jarang, dokter sering mengalami kesulitan mengenali tahap ini.

Gejala dapat termasuk sakit tenggorokan, disertai demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan nyeri otot. Bisa juga kemerahan pada kulit atau benjolan seperti sisir ayam di area kemaluan. Penderita dapat mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Bagaimana Diagnosis Penyakit Sipilis Tahap Laten?

Sipilis tahap laten

Jika Sipilis tahap sekunder tidak diobati dengan benar, Sipilis tahap laten akan terjadi. Pada tahap ini, penderitanya tidak menunjukkan gejala apa pun tetapi bakteri terus berkembang biak dan menyebabkan kerusakan pada organ internal.

Jika kerusakan organ internal telah menyebabkan gejala, Sipilis telah memasuki tahap tersier. Pada tahap ini, kerusakan pada jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan saraf. Selain itu, kerusakan jaringan lunak terjadi di berbagai bagian tubuh, yang disebut gumma secara medis.

Sipilis yang menyerang saraf disebut neuroSipilis. Gangguan berupa gangguan memori, kelemahan tangan dan kaki, kesemutan, gangguan konsentrasi, sakit kepala, kejang, atau gangguan penglihatan.

Jika Sipilis ditularkan dari ibu ke bayi, ketika bayi lahir, gejala akan timbul dari Sipilis bawaan. Gejala-gejala ini bisa berupa bayi memiliki berat lahir rendah, kelainan anatomi hidung (hidung terlihat lebih rata), kelainan bentuk gigi, kemerahan di daerah anus atau mulut, atau gangguan penglihatan.

Pengobatan Sipilis

Untuk pulih sepenuhnya dan tidak meninggalkan komplikasi, pengobatan Sipilis harus dilakukan sedini mungkin. Perawatan seharusnya hanya dilakukan oleh dokter. Penderita Sipilis tidak disarankan untuk mengobati sendiri.

Sipilis tahap primer, sekunder, dan laten umumnya diobati dengan antibiotik yang disuntikkan ke dalam otot. Sipilis stadium tersier dan neuroSipilis juga diobati dengan menggunakan obat yang sama, tetapi frekuensi pemberian obat lebih sering.

Baca juga: http://habba.id/2020/02/27/apakah-anda-tahu-apa-penyebab-sipilis/

Yang juga tidak kalah penting adalah bahwa penderita Sipilis tidak boleh melakukan hubungan seksual sama sekali sampai pengobatan selesai dan telah dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawatnya. Untuk dapat memastikan kesembuhan, umumnya dokter akan merekomendasikan sejumlah tes darah.

Pencegahan Sipilis

Sipilis adalah penyakit menular yang dapat dicegah. Caranya adalah:

  • Tidak melakukan hubungan seks (berpantang)
  • Monogami (hanya berhubungan seks dengan satu orang)
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Saat menggunakan mainan seks, jangan bertukar mainan seks dengan orang lain

Nah, jadi itulah dia pembahasan mengenai Diagnosis Penyakit Sipilis berserta beberapa pencegahan gejalannya yang telah kami sajikan untuk Anda. Demikianlah pembahasan artikel ini saya buat. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, terimakasih.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *