Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Penyakit Menular Seksual (PMS) yang Marak Terjadi
Kesehatan Pria

Penyakit Menular Seksual (PMS) yang Marak Terjadi 

Penyakit Menular Seksual (PMS) yang Marak Terjadi – Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan dari orang ke orang melalui semua jenis kontak seksual tanpa kondom baik melalui vagina, anus, atau mulut (oral). Cara penularannya adalah darah, sperma, atau cairan vagina atau cairan tubuh lainnya.

Selain kontak secara seksual langsung, beberapa IMS juga dapat ditularkan secara aktifitas non-seksual, seperti penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan atau selama persalinan, melalui transfusi darah atau dari berbagi jarum.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita PMS, karena PMS tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas dan gejala sering hanya muncul setelah kondisinya menjadi parah. Secara global, kasus-kasus PMS lebih umum di kalangan anak muda (remaja). Ini terkait dengan seks bebas yang semakin umum di kalangan remaja.

Peningkatan seks bebas juga dikaitkan dengan peningkatan kasus kehamilan yang tidak diinginkan yang akhirnya mengarah ke aborsi. Secara umum, siapa pun yang telah aktif secara seksual berisiko terkena PMS.

Penyakit menular seksual sangat populer terutama bagi orang-orang yang tinggal di kota-kota besar. Mengapa, secara logis dengan peradaban manusia yang lebih tinggi, ia harus berbanding lurus dengan tingkat kesadaran kesehatan masyarakat yang lebih tinggi.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, pergaulannya begitu luas dan bebas serta fenomena gaya hidup modern, melakukan apa saja dengan risiko yang tidak tanggung-tanggung dalam bentuk tertular penyakit menular yang bisa merenggut nyawa pasien. Ini diperparah dengan meningkatnya jumlah remaja yang cenderung melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Seringkali, ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kondom. Selain itu, sebagian besar remaja tidak terbuka dan jujur ​​bahwa mereka telah melakukan hubungan seks sehingga mereka enggan melakukan pemeriksaan PMS.

Gejala-Gejala Penyakit Menular Seksual (PMS)

Tanda-tanda penyakit menular seksual gonore adalah nyeri, kemerahan, bengkak, dan bernanah. Gejala pada pria adalah rasa sakit saat buang air kecil, keluarnya nanah kekuning-kuningan tebal, ujung penis terlihat merah dan agak bengkak.

Pada wanita, 60% kasus tidak memiliki gejala. Namun, ada juga rasa sakit saat buang air kecil dan ada keputihan tebal kekuningan. Akibat penyakit seksual pada pria dan wanita, seringkali dalam bentuk infertilitas. Pada wanita, peradangan panggul juga dapat terjadi, dan dapat ditularkan kepada bayi baru lahir dalam bentuk infeksi mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

Gejala utama yang diderita jika seseorang bisa terinfeksi PMS adalah sebagai berikut:

Pada pria, biasanya akan terjadi bersamaan dengan gejala infeksi saluran kemih, sakit saat kencing, rasa panas pada alat kelamin, bisa juga terjadi sakit punggung bagian bawah, cairan (seperti air mani) dengan aroma tidak sedap dan warna putih kekuningan.

Sedangkan pada wanita, akan ada rasa sakit dan gatal di area genital, keputihan yang berbau tidak sedap, ada bintik-bintik hitam di pangkal paha dan adanya jerawat yang dipenuhi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin.

Baca juga: http://habba.id/2020/03/07/diagnosis-penyakit-gonore-pada-penderita/

Penyakit Menular Seksual (PMS) dapat diobati, satu-satunya cara adalah segera memeriksakan diri ke dokter, diperiksa dan kemudian diberi terapi obat sesuai dengan jenis PMS. Jika Anda menderita PMS, pasangan Anda juga harus diperiksa dan dirawat, bukan hanya pengobatan sendiri.

Ikuti metode perawatan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dokter untuk memastikan penyembuhan. Hindari hubungan seksual saat masih ada keluhan atau gejala dan jika Anda sedang hamil, segera beri tahu dokter Anda.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *