Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Penyakit Seksual yang Bisa Menular Tanpa Berhubungan Seks
Kesehatan Pria

Penyakit Seksual yang Bisa Menular Tanpa Berhubungan Seks 

Penyakit Seksual yang Bisa Menular Tanpa Berhubungan Seks – Pada pertengahan tahun ini, organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan bahwa ada lebih dari satu juta kasus infeksi menular seksual (PMS) ditemukan setiap hari di seluruh dunia. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang penyakit menular seksual membuat semakin banyak orang terinfeksi.

PMS tidak dapat dianggap enteng karena bisa dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Dalam catatan WHO, sebagian besar PMS ditularkan melalui kontak tubuh. Namun, sejumlah jenis PMS juga dapat ditularkan melalui cara lain, seperti kontak fisik, donor darah, dari ibu ke bayi.

Berikut ini adalah beberapa Penyakit Seksual yang penularannya tidak hanya melalui kontak seksual:

HIV / AIDS

Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) telah lama menjadi perhatian orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini menyerang sel T, salah satu bagian dari sel darah putih.

Virus HIV yang masuk ke tubuh manusia bisa melemah, bahkan membunuh sel darah putih dan berkembang biak. Ini dapat melemahkan sistem kekebalan orang dengan HIV (CD4).

Jika Anda tidak memakai obat antiretroviral (ARV) dalam waktu 5-10 tahun setelah infeksi, orang dengan status HIV positif akan mengalami kumpulan gejala infeksi oportunistik yang dipicu oleh penurunan kekebalan. Kondisi ini disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)).

Penyakit HIV ini tidak bisa ditularkan melalui penggunaan toilet bersama dengan penderita, gigitan nyamuk atau serangga, menggunakan peralatan makan bersama, berjabat tangan atau berpelukan, atau hidup dengan seseorang dengan HIV / AIDS (ODHA). Karena itu, menjadi ODHA sebenarnya bukan halangan untuk bersosialisasi, bekerja, dan memiliki keluarga.

Apakah Gonore ini Termasuk ke dalam Penyakit Seksual yang Bisa Menular?

Gonore

Gonore adalah salah satu PMS yang paling umum. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, dapat menyebabkan penderitanya mengalami gonore. Gonore dapat menginfeksi siapa saja, baik wanita maupun pria. Di antara gejala penyakit ini adalah keluarnya cairan berwarna kuning dari alat kelamin, sakit saat buang air kecil. Pada wanita, gejala penyakit ini bisa dilihat dari pendarahan yang tidak normal saat menstruasi.

Gonore tidak hanya dapat ditularkan melalui kontak seksual, tetapi juga melalui persalinan. Karena bakteri gonore memiliki protein di permukaannya yang dapat menempel pada uretra dan rahim. Bakteri yang menempel itu dapat menyebar dan menyerang sel-sel di organ. Inilah sebabnya mengapa bayi yang lahir normal dari ibu kencing nanah, dapat tertular virus ini. Infeksi gonore pada bayi dapat memicu kerusakan mata.

Untuk mencegah penularan bakteri gonore pada bayi, ibu perlu melakukan pemeriksaan selama kehamilan atau ketika merencanakan kehamilan. Hal ini penting dilakukan agar dokter dapat mengambil tindakan pencegahan jika diketahui bahwa ibunya menderita gonore.

Sifilis

Sifilis (raja singa) disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang sangat berbahaya. Sesuai ulasan terbaru, sifilis dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti radang sendi, kerusakan otak, hingga kebutaan.

Penderita sifilis akan mengalami gejala seperti ruam atau luka luar yang menyebar melalui alat kelamin, anus dan mulut. Sifilis ditularkan dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan luka sifilis, atau biasa disebut chancre.

Baca juga: http://habba.id/2020/03/07/mencegah-penularan-penyakit-menular-seksual-gonore/

Selain ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, sifilis juga dapat disebarkan dengan cara lain. Berciuman dapat menularkan sifilis meskipun tidak mungkin. Ini karena sifilis dapat menyebabkan luka di mulut dan kontak fisik yang menyebabkan pergerakan bakteri. Meski begitu, seks vaginal, anal, atau oral adalah faktor penularan utama penyakit ini.

Selain itu, wanita yang terinfeksi sifilis memiliki risiko tinggi melahirkan bayi yang meninggal tak lama setelah lahir. Mengutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada sekitar 40 persen kasus kematian bayi yang lahir dari ibu dengan sifilis.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *