Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Resiko Peningkatan Penularan Penyakit Sifilis
Kesehatan Pria

Resiko Peningkatan Penularan Penyakit Sifilis 

Resiko Peningkatan Penularan Penyakit Sifilis – Perkembangan penyakit sifilis ini melalui 4 tahap yang berurutan, yaitu Penyakit Sifilis primer, sekunder, laten dan tersier. Setiap tahap menunjukkan tanda atau gejala tertentu saat penyakit berkembang. Juga dikenal sebagai Penyakit Sipilis bawaan, Penyakit Sipilis ditularkan oleh ibu kepada bayi ketika bayi dalam kandungan atau segera setelah lahir.

Pada tahap awal, gejala Penyakit Sipilis relatif ringan, sehingga kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit tersebut. Akibatnya mereka tidak berupaya mencegah penularan penyakit ini ke pasangannya. Gejala yang terlihat dan dirasakan penderita tergantung pada setiap tahap perkembangan penyakit ini. Penyakit ini juga dikenal sebagai “peniru ulung” yang berarti gejala klinisnya banyak mirip menyerupai beberapa penyakit kulit lainnya.

Apa Itu Penyakit Sipilis (Raja Singa) ?

Penyakit Sipilis, juga dikenal sebagai Raja Singa, adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bebrapa bakteri berbahya yaitu bakteri Treponemapal lidum, bakteri ini dapat menginfeksi ciculite, mulut, alat kelamin, dan sistem saraf.

Pria dan wanita dapat terinfeksi bakteri penyakit sipilis ini, karena bakteri ini dapat ditularkan dengan cepat jika ada kontak langsung dengan penderita. Penyakit Sipilis atau Raja Singa tidak hanya menyerang pasangan seksual pria dan wanita, juga dapat menular dari orang-orang yang sering memiliki hubungan intim yang tidak menjaga kebersihan alat kelaminnya.

Jika terdeteksi dini, Penyakit Sipilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen. Namun, Penyakit Sipilis yang tidak diobati dapat menyebabkan kompilasi penyakit – penyakit yang lebih serius seperti kerusakan sistem saraf dan organ lainnya.

Apa Penyebab dan Penularan Penyakit Sipilis atau Raja Singa?

Secara umum, penyebab Penyakit Sipilis adalah bakteri yang disebut Treponema pallidum. Cara penularan infeksi ini yang sering terjadi akibat kontak seksual, baik oral, anal atau langsung dengan hubungan seks vaginal, melakukan hubungan sesama jenis, dan bertukar alat bantu seksual.

Dalam kasus yang sangat jarang, bakteri dapat melewati celah atau luka pada kulit setelah menyentuh seseorang yang terinfeksi Penyakit Sipilis. Penularan Penyakit Sipilis juga dapat terjadi dari wanita hamil ke bayi yang dikandungnya. Kondisi ini dikenal sebagai Penyakit Sipilis bawaan. Kematian bayi dalam kandungan dapat terjadi karena infeksi ini.

  • Gunakan toilet yang sama dengan penderita Penyakit Sipilis.
  • Berbagi peralatan makan yang sama. .
  • Mengenakan pakaian yang sama.
  • Berbagi kolam atau kamar mandi yang sama.

Apa yang dapat meningkatkan risiko Penyakit Sipilis atau raja singa ?

Orang dengan HIV lebih rentan terhadap penularan dan menjadi Penyakit Sipilis. Setelah Anda tertular Penyakit Sipilis dan telah menerima pengobatan, itu tidak berarti Anda akan kebal terhadap infeksi serupa. Anda dapat terinfeksi lagi dan lagi. Penularan Penyakit Sipilis juga dapat terjadi dari ibu hamil kejaninnya (Penyakit Sipilis bawaan).

Baca juga: http://habba.id/2020/02/27/berapa-lama-penyakit-menular-seksual-muncul-pada-tes/

Bagaimana mencegah Penyakit Sipilis atau raja singa ?

Langkah-langkah awal untuk penanganan dapat dilakukan dengan:

  • Memiliki pasangan hidup dan berusaha untuk tetap setia, bukan untuk mengubah pasangan, terutama untuk berhubungan seks.
  • Diskusikan secara terbuka tentang riwayat penyakit kelamin yang dialami oleh pasangan, untuk menemukan solusi dan solusi untuk penyembuhan.
  • Meningkatkan daya tahan.              
  • Hindari dan jangan pernah melakukan hubungan seks bebas, karena kehilangan dan efek buruknya akan menimpa Anda sendiri.

Demikian informasi rinci mengenai Penularan Penyakit Sipilis. Berhati-hatilah dan selalu gunakan keamanan saat melakukan hubungan seksual, baik oral, vagina, atau anal. Jangan berganti pasangan seks, dan selalu jaga kebersihan organ intim Anda.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *