Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Sifilis Berbahaya Berikut Penjelasan Lengkapnya
Kesehatan Pria

Sifilis Berbahaya Berikut Penjelasan Lengkapnya 

Apa itu Sifilis?Berikut Penjelasan Lengkapnya – Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang diakibatkan oleh Bacterium Treponema pallidum yang berbahaya. Penyakit ini sering disebut ‘master copycat’ karena banyak tanda dan gejala yang tidak dapat dibedakan dari penyakit lain.

Bagaimana Orang Bisa Mendapatkan Sipilis?

Luka terjadi terutama di genitalia eksternal, vagina, anus, atau di dalam rektum. Luka juga bisa muncul di bibir dan mulut. Pergerakan bakteri yang menyebabkan Sipilis terjadi selama hubungan seks vaginal, anal, dan oral.

Wanita hamil yang menderita Sifilis dapat menularkan penyakit ke bayi yang mereka bawa. Sifilis tidak dapat ditularkan melalui kontak dengan kursi toilet, gagang pintu, kolam renang, bak mandi, pakaian, dan peralatan makan yang digunakan bersama.

Apa Saja Tanda dan Gejala Sipilis pada Orang Dewasa?

Banyak orang yang terinfeksi Sifilis tidak memiliki gejala selama bertahun-tahun, tetapi dapat menyebabkan komplikasi jika tidak diobati. Meskipun penularan terjadi dari orang ke orang karena luka Sifilis pada tahap primer dan sekunder, seringkali luka ini tidak terlihat. Jadi penularan dapat terjadi dari pasien yang tidak mengetahui penyakitnya.

Stadion Utama

Tahap primer Sifilis biasanya ditandai dengan munculnya satu luka (disebut chancre), tetapi bisa juga lebih dari satu luka. Waktu yang diambil dari infeksi hingga gejala awal bervariasi antara 10 hingga 90 hari (rata-rata 21 hari). Luka sebagai gejala Sifilis biasanya kenyal, kecil, bulat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Luka akan muncul di area di mana Sifilis memasuki tubuh. Luka ini berlangsung selama 3 hingga 6 minggu, dan akan sembuh tanpa perawatan. Namun, jika tidak ada perawatan lebih lanjut yang diambil, infeksi dapat berlanjut ke tahap sekunder.

Stadion Sekunder

Ruam kulit dan lesi pada kelenjar mukosa menandai tahap sekunder Sifilis. Tahap ini biasanya dimulai dengan pertumbuhan ruam di satu atau lebih tempat di tubuh. Ruam biasanya tidak gatal. Ruam dapat muncul setelah luka sembuh atau beberapa minggu sesudahnya.

Karakteristik ruam pada tahap sekunder ini muncul bintik-bintik kasar, merah, atau kemerahan pada kedua telapak tangan dan kaki. Namun, ruam dalam bentuk yang berbeda juga dapat muncul di bagian lain dari tubuh, kadang-kadang menyerupai bercak yang disebabkan oleh penyakit lain. Terkadang ruam pada tahap sekunder ini tidak jelas sehingga tidak terlihat.

Selain ruam, gejala Sifilis pada tahap sekunder meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, radang tenggorokan, kerontokan rambut secara merata, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala tahap sekunder akan hilang dengan sendirinya, tetapi jika tidak diobati, infeksi akan berlanjut ke tahap laten dan mungkin tahap akhir penyakit.

Tahap Sifilis laten (tersembunyi) dimulai setelah gejala fase primer dan sekunder menghilang. Tanpa pengobatan, orang yang terinfeksi Sifilis akan terus mengembangkan Sifilis bahkan tanpa gejala. Tahap laten ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Sifilis tahap akhir dapat terjadi pada 15 persen pasien yang tidak diobati dan dapat muncul 10-20 tahun sejak infeksi pertama. Pada tahap akhir, Sifilis dapat merusak organ dalam, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian. Tanda dan gejala pada tahap akhir Sifilis termasuk kesulitan koordinasi gerakan otot, kelumpuhan, mati rasa, kebutaan bertahap, dan demensia. Kerusakan ini bisa parah dan menyebabkan kematian.

Baca juga: http://habba.id/2020/02/27/bakteri-yang-menyebabkan-penyakit-sipilis/

Bagaimana Sifilis didiagnosis?

Beberapa penyedia layanan kesehatan dapat mendiagnosis Sifilis dengan menguji sampel luka (infeksi luka) menggunakan mikroskop khusus yang disebut mikroskop lapangan gelap. Jika ada bakteri Sifilis di luka, bakteri itu akan muncul di mikroskop.

Tes darah adalah cara lain untuk menentukan apakah seseorang menderita Sifilis. Tidak lama setelah infeksi terjadi, tubuh akan menghasilkan antibodi Sifilis yang dapat dilihat dengan tes darah yang akurat, aman, dan mudah.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *