Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Terkait

Penularan Penyakit Sifilis serta Cara Mencegahnya 

Penularan Penyakit Sifilis serta Cara Mencegahnya – Cara paling efektif untuk mencegah Penularan Penyakit Sipilis adalah dengan menghindari kontak seksual atau tidak mengubah pasangan seksual dan memastikan pasangan seksual Anda tidak terinfeksi sifilis.

Penularan Penyakit Sipilis
Penularan Penyakit Sipilis

Selain itu, di anjurkakn bagi penderita menghindari konsumsi minuman beralkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat membantu mencegah sifilis. Ini karena kedua hal dapat menyebabkan hubungan seksual yang berisiko (tidak dapat menilai dengan benar sehingga mereka dapat berhubungan seks dengan siapa pun).

Sangat penting bagi pasangan Anda untuk berbicara tentang apakah mereka memiliki HIV atau jika mereka memiliki penyakit menular seksual sehingga pasangan yang belum pernah terinfeksi dapat melindungi diri mereka dari infeksi oleh penyakit menular seksual yang sama.

Bagi Anda yang memiliki rerisiko tinggi menderita berbagai penyakit menular seksual. Misalnya karena seringnya penderita berganti pasangan seksual, penggunaan kondom dapat membantu mengurangi risiko tertular berbagai penyakit menular, termasuk sifilis.

Namun, bisul (luka terbuka) di daerah kemaluan yang biasa ditemukan di sifilis ditularkan terutama melalui kontak kulit dengan kulit. Ulkus ini mungkin tidak tertutup oleh kondom jika terletak di pangkal penis.

Bagaimana Cara Mencegah Penularan Penyakit Sipilis?

Jadi, pencegahan penularan sifilis hanya bisa dilakukan jika seseorang menggunakan kondom dengan benar, selalu menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks, dan jika area yang terinfeksi (ada maag) sepenuhnya tertutup oleh kondom.

Membersihkan pada daerah kemaluan, buang air kecil, dan membersihkan daerah kemaluan dengan pembersih setelah berhubungan seks juga bisa dapat mencegah penularan penyakit menular seksual, termasuk sifilis. Jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, disarankan agar Anda tidak berhubungan seks dengan siapa pun dan segera hubungi dokter Anda.

Beberapa gejala ini adalah

  • Pengeluaran yang tidak biasa dari alat kelamin
  • Adanya luka terbuka atau luka di area kemaluan
  • Adanya bintik-bintik kemerahan di area kemaluan

Penyakit menular seksual atau PMS, adalah berbagai infeksi yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) ada lebih dari 15 juta kasus PMS dilaporkan setiap tahun. Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok usia yang memiliki risiko tertinggi untuk tertular penyakit menular seksual. 3 juta kasus baru setiap tahun berasal dari kelompok ini.

Hampir semua PMS dapat diobati. Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi kebal terhadap berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, yang semuanya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan. Beberapa infeksi ini sangat tidak nyaman, sementara yang lain bahkan bisa mematikan.

Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore semuanya telah diketahui sebagai penyebab kematian. Beberapa PMS dapat berkembang ke berbagai kondisi seperti penyakit radang panggul (PID), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan. Karenanya, edukasi tentang penyakit ini dan upaya pencegahannya penting dilakukan.

Baca juga: http://habba.id/2020/03/04/waspada-penyakit-sipilis-pada-ibu-hamil/

Penting untuk dicatat bahwa kontak seksual bukan hanya hubungan seksual melalui alat kelamin. Kontak seksual yang lainnya juga termasuk ciuman, kontak oral-genital, dan penggunaan “mainan seksual”, seperti vibrator.

Nah, jadi itulah dia pembahasan mengenai Penularan Penyakit Sipilis berserta beberapa gejalannya yang telah kami sajikan untuk Anda. Demikianlah pembahasan artikel ini saya buat. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, terimakasih.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *