Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Blog Post

Terkait

Penyakit Sifilis Umum dan Cara Menghidarinya 

Penyakit Sifilis Umum dan Cara Menghidarinya – Selama dekade terakhir, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mencatat bahwa sifilis pada pria terus meningkat. Sekitar 60% dari Penyakit Sifilis Umum ini terjadi pada pria yang memiliki aktivitas seksual aktif, baik dengan wanita maupun sesama jenis. Jika dibiarkan, sifilis dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan saraf, hingga kematian.

Penyakit Sifilis Umum
Penyakit Sifilis Umum

Gambaran umum sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebarkan melalui kontak seksual langsung. Bakteri yang menyebabkan sifilis disebut treponema pallidum. Selain aktivitas seksual, sifilis juga bisa ditularkan dari ibu ke janin yang dibawanya. Risikonya adalah bayi prematur yang lahir dengan berat badan lahir rendah.

Gejala sifilis pada pria

Baik penderita Penyakit Sifilis Umum pada pria dan wanita, gejalanya cukup mirip. Ketika penularan terjadi selama hubungan seksual, area yang terkena sentuhan akan mengalami cedera. Biasanya, luka yang seperti ini terlihat di sekitar area genital seperti penis, vagina, anus, hingga bibir. Berdasarkan gejala, sifilis dibagi menjadi 4 tingkatan:

Primer

Penderita sifilis pada tahap ini biasanya menderita luka pada titik penularan. Biasanya, bentuknya melingkar dan tidak terlalu menyakitkan.

Sekunder

Pada tingkat berikutnya, luka yang tidak menyakitkan awalnya menjadi semakin parah. Luka Ruam akan muncul, pembengkakan kelenjar getah bening, rambut rontok, sakit kepala, penurunan berat badan, hingga demam. Pada beberapa orang, gejala pada tingkat primer dan sekunder bisa sangat ringan sehingga tidak terasa. Jika dibiarkan, sifilis dapat berlanjut ke tingkat berikutnya.

Laten

Pada tahap laten, biasanya tidak ada gejala khusus. Itulah mengapa tahap ini sering disebut tahap tersembunyi. Masalahnya adalah, sifilis laten dapat bertahan selama bertahun-tahun jika penderitanya tidak mencari pengobatan.

Tersier

Memasuki tahap ini, penderita sifilis biasanya mengalami komplikasi dengan masalah medis lainnya. Untuk mengujinya, dokter membutuhkan serangkaian tes. Bukan tidak mungkin sifilis tersier mempengaruhi jantung, otak, dan organ tubuh lainnya.

Lalu apa yang membedakan gejala sifilis pada pria dan wanita? Secara umum sama, tetapi sifilis lebih rentan terjadi pada pria, terutama bagi mereka yang berhubungan seks dengan sesama jenis. Area transmisi bisa lebih luas.

Bagaimana Cara Untuk Mengobati dan Mencegah Penyakit Sifilis Umum?

Cara untuk mencegah Penyakit Sipilis

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah tertular sifilis. Beberapa dari mereka adalah:

  • tidak berhubungan seks
  • hubungan seksual jangka panjang dengan satu orang yang tidak menderita sifilis
  • penggunaan kondom
  • jangan berbagi mainan seks
  • hindari konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang yang dapat menyebabkan seks tidak aman

Bisakah Penyakit Sipilis disembuhkan?

Sifilis memang bisa disembuhkan. Biasanya, perawatannya adalah dengan memberikan antibiotik sesuai gejalanya. Setelah proses perawatan selesai, tes laboratorium diperlukan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar bebas dari sifilis. Namun, ada kemungkinan bagi seseorang untuk mendapatkan sifilis lagi jika mereka tidak menghindari faktor risiko.

Selain itu, gejala sifilis kadang-kadang tidak terlihat jelas. Luka dan ruam mungkin muncul di area tersembunyi di sekitar alat kelamin. Hanya tes laboratorium yang dapat membuktikan apakah seseorang menderita sifilis atau tidak.

Baca juga: http://habba.id/2020/03/04/penyebab-dan-karakteristik-penyakit-sipilis/

Gejala Gonore

Bagi penderita pria, mudah untuk melihat, rasa sakit saat buang air kecil dan terasa panas dan akan mengeluarkan cairan kuning seperti nanah melalui lubang kemih. Jika karakteristik ini ada dalam diri Anda, kemungkinan besar Anda menderita gonore atau kencing nanah.

Padahal pada wanita seringkali sulit dideteksi. Karena kemunculan gejala gonore biasanya setelah 7 hingga 21 hari setelah terinfeksi gonore. Bahkan, terkadang tidak mengetahui bahwa gonore terinfeksi selama berminggu-minggu. Diketahui bahwa pasangannya juga tertular gonore.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *